"iya. Berarti sekelas dong sama anakku.'' Kata Mamaku dengan si penelepon.
"Anaknya ibu sisiapa, ya?" Kata si penelepon.
"Evlyn, bu. Kalau anaknya ibu?" Tanya Mama.
"Michelle bu.'' Ucap si penelepon lagi.
"Oh.."
"Siapa ya yang mama telepon?" Tanyaku penasaran.
Mama selesai telepon. Aku langsung bertanya.
"Ma, siapa sih tadi yang telepon mama? Kok, Aku dengar, kaya ada kata kata Evlyn gitu." Tanyaku.
"Oh itu mamanya teman kamu. Michelle. Emang kamu kenal sama Michelle?"
"Iya, ma. Michelle itu teman sekolah Evlyn.'' Jelasku.
''Oh..'' jawab mama singkat.
Hari sudah larut malam. Mam sudah tertidur pulas. Aku diam-diam masuk ke kamar mama dan mencatat nomor handphone mamanya michelle.
Aku sms mamanya Michelle.
"Malam Tante. Ini Evlyn. Teman sekolah Michelle. Evlyn mau nanya berapa tanggal ulang tahun michelle?" Kata Kata Smsku.
Beberapa Menit, Tante Sandra Mamanya Michelle menjawab,
"Ulang Tahun Michelle tanggal 28 November nak Evlyn."
Jawabku Lagi:
"Ok Tante, Makasih yaa."
Ini tanggal 26 November. Berarti 1 Hari Lagi Michelle ulangtahun apalagi besok hari sabtu. Sekolahku libur. Ada waktu banyak untuk membeli hadiah untuk michelle.
**bersambung(Hadiah Untuk Michelle)**
Lovely In Family
Senin, 20 Juli 2015
Minggu, 19 Juli 2015
My Name is Evlyn
Hello Everybody. Perkenalkan, Namaku Caroline Evlyne Harleyson. Cukup panggil Aku, Evlyn yah >_< Biasanya Aku Menghabiskan Waktu dengan Mengarang beraneka Macam Cerita. Ya benar, itu adalah Hobiku. Oops, Sudah dulu ya. Aku mau Sekolah dulu.
Aku sudah sampai di sekolah beberapa menit yang lalu. Michelle temanku menghampiri ku dan menepuk bahuku.
"Hai, Evlyn." Sapa Michelle.
"Hai juga, Michelle." Jawabku riang.
"Mmm.. Kamu punya sahabat?" Tanya Michelle.
"Tidak. Hanya teman. Memangnya kenapa? Kamu kelihatan sedih." Jawabku dengan penuh keyakinan.
"Tapi, kan, kamu sering ada teman teman yang menyapamu dan bermain bersamamu.'' Kata Michelle menjelaskan.
"Sama dengan kamu, kan?" tanyaku.
"Tidak, Evlyn. Itu dulu.'' Jawab Michelle hampir menangis.
"Owh, Maksudmu? Ceritain deh. Kamu kenapa tanya kaya gitu.'' Aku balik bertanya.
"Sejak teman teman mempunyai smartphone mereka semua menjauhiku karena aku yang hanya tidak memiliki smartphone. Karena keluargaku tidak mampu.'' Jelas Michelle.
"Oke. Aku mengerti. Kamu jangan nangis lagi, ya." Kataku dan mengusap air mata michelle.
"Baik. Terimakasih, Evlyn." Ucapnya.
"Sama-Sama." Aku sambil tersenyum.
Aku sudah sampai di sekolah beberapa menit yang lalu. Michelle temanku menghampiri ku dan menepuk bahuku.
"Hai, Evlyn." Sapa Michelle.
"Hai juga, Michelle." Jawabku riang.
"Mmm.. Kamu punya sahabat?" Tanya Michelle.
"Tidak. Hanya teman. Memangnya kenapa? Kamu kelihatan sedih." Jawabku dengan penuh keyakinan.
"Tapi, kan, kamu sering ada teman teman yang menyapamu dan bermain bersamamu.'' Kata Michelle menjelaskan.
"Sama dengan kamu, kan?" tanyaku.
"Tidak, Evlyn. Itu dulu.'' Jawab Michelle hampir menangis.
"Owh, Maksudmu? Ceritain deh. Kamu kenapa tanya kaya gitu.'' Aku balik bertanya.
"Sejak teman teman mempunyai smartphone mereka semua menjauhiku karena aku yang hanya tidak memiliki smartphone. Karena keluargaku tidak mampu.'' Jelas Michelle.
"Oke. Aku mengerti. Kamu jangan nangis lagi, ya." Kataku dan mengusap air mata michelle.
"Baik. Terimakasih, Evlyn." Ucapnya.
"Sama-Sama." Aku sambil tersenyum.
Langganan:
Postingan (Atom)